Sabtu, 12 November 2011

sinopsis novel ringgu

Sinopsis Novel Ringu
Karya: Suzuki Koji

Cerita diawali dengan ketegangan yang terjadi saat-saat kematian Oishi Tomoko, salah satu dari keempat murid yang telah menonton video aneh yang berisi ancaman pada pukul 22.54. Namun, karena tidak percaya mereka menganggap video itu hanya kerjaan iseng seseorang. Dilain tempat seorang supir taksi, Kimura yang dalam perjalanan pulang sedang menghentikan laju taksinya dilampu merah. Disampingnya seorang pemuda, Shuichi Iwata yang mengendarai motor tiba-tiba jatuh dan tewas seketika sambil memegang kepalanya. Keesokan harinya polisi menemukan sepasang muda-mudi, Tsuji Haruko dan Takehiko Nomi tewas di dalam mobil di luar kota Tokyo. Diperkirakan kematian mereka terjadi pada tengah malam. Kesamaan dari keempat kematian ini adalah penyebab yang tidak bisa dijelaskan oleh ilmu kedokteran namun, agar tidak menimbulkan kontra, dokter mendiagnosa kematian mereka akibat serangan, gangguan, gagal jantung tiba-tiba. Yang anehnya lagi keempat mayat mereka mati  dengan ekspresi seperti ketakutan sambil memegang dan menjambak rambut.
            Di waktu yang berbeda seorang wartawan, Kazuyuki Asakawa sedang dalam perjalanan pulang dengan taksi dari kantor berita Daily News tempat dia bekerja. Supir taksi yang kebetulan melihat kejadian itu langsung menceritakan kejadian yang dialaminya dengan tujuan untuk mencairkan suasana. Cerita yang diberikan oleh supir taksi tersebut benar-benar membuat insting Asakawa sebagai wartawannya keluar. Tapi, selain alasan itu Asakawa menemukan benang cerita antara kematian pemuda yang diceritakan oleh supir taksi dengan kematian keponakan dari istrinya, Tomoko. Penyebab kematian yang aneh membuat Asakawa tertarik dan penasaran. Lalu, setelah mendengar penyebab kematian yang sama antara keempat siswa tersebut Asakawa mendatangi temannya, Yoshino yang menulis artikel sekaligus hadir pada saat polisi menemukan mayat dua orang siswa yang tewas di dalam mobil. Dari keterangan Yoshino, Asakawa semakin yakin bahwa kematian keempat siswa itu menarik untuk diselidiki. Selain itu juga seperti ada sesuatu yang membuat Asakawa bergairah untuk terus mencari tahu seperti ada sesuatu yang menunggu untuk dia ungkap. Sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan akal manusia.
Dari keterangan teman-teman Tomoko diperoleh bahwa sebenarnya keempat siswa ini saling kenal dan memiliki hubungan yang lebih dari teman. Untuk memulai penyelidikannya Asakawa pergi ke rumah kakak iparnya yang ibu dari Tomoko. Di dalam kamar dia melihat kartu keanggotaan dari suatu penginapan di luar kota, Pacific Resort Club. Demi menyelidiki lebih dalam Asakawa pergi ke penginapan tersebut. Keterangan yang didapat adalah bahwa benar keempat siswa tersebut pernah menginap di sana, mereka menyewa pondok B-4.
Asakawa akhirnya menyewa pondok tersebut semalam. Saat dia merasa bahwa dia tidak mendapat petunjuk apapun, dia menemukan sebuah buku yang khsusus disediakan pemilik penginapan untuk para tamu menulis kesan mengenai panginapan tersebut. Dalam buku tersebut ada pesan aneh yang ditulis.
Kamis, 30 Agustus
Ups! Anggaplah kau sudah diperingatkan: lebih baik kau tidak melihatnya kecuali kau punya keberanian. Kau akan menyesal jika melakukannya. (Tawa jahat)
S.I

            Dari memo singkat itu Asakawa tahu bahwa S.I berarti Shuichi Iwata yang merupakan salah seorang siswa yang ikut menginap. Tapi dia tidak menemukan video atau kaset apapun di sekitar situ. Asakawa langsung mendatangi penjaga lobi penginapan untuk meminjam kaset video yang mungkin telah mereka gunakan. Dari kaset tersebut Asakawa menyaksikan rekaman atau seperti potongan-potongan gambar yang aneh dan tidak beraturan selama beberapa menit.
Potongan gambar tersebut tidak saling berhubungan, diawali dengan layar hitam lalu mucul seberkas cahaya dan muncul tulisan ”lihat sampai akhir, kau akan dimakan oleh jiwa yang sesat”. Hitam kembali dan muncul suara bergemuruh dari segala arah yang sepertinya datang bukan dari dalam televisi tapi dari sekitar tempat itu. Selama menyaksikan potongan gambar tersebut Asakawa merasakan sensasi dan energi yang aneh yang membuatnya tidak bisa menekan tombol stop. Muncul cairan kental berwarna merah dilayar, gambar pegunungan berikutnya muncul. Gunung tersebut mengeluarkan embusan asap putih, lalu gelap. Cairan merah tua kembali muncul dan huruf kanji ”gunung” tiba-tiba muncul dari layar. Hitam lagi lalu gambar dadu, tiba-tiba ada gambar wanita tua yang berbicara dengan dialek yang aneh. Kemudian muncul beratus wajah manusia penuh kebencian dan permusuhan. Lalu hitam lagi, gambar sebuah tv dan huruf ”sada”. Muncul kemudian wajah pria yang entah kenapa saat melihatnya Asakawa merasakan kebencian. Akhirnya muncul huruf-huruf putih di layar dengan latar belakang hitam ”siapa pun yang menonton gambar-gambar ini ditakdirkan untuk mati pada jam yang sama satu minggu dari sekarang. Kalau tidak ingin mati, ikutilah instrusi-instruksi ini dengan tepat.....”. Tapi tulisan itu berhenti disitu. Keempat siswa itu telah menghapus instruksi penangkal dari kutukan video itu dan diganti dengan rekaman dari iklan obat nyamuk dan cuplikan talkshow. Lalu telepon berdering dan saat Asakawa mengangkatnya tidak ada suara yang dia rasakan hanya dingin dan ketakutan.
12 Oktober, Jumat
Asakawa menemui temannya sewaktu SMA, Takayama Ryuji, untuk meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Ryuji adalah seorang asisten profesor di Universitas Fukuzawa. Alasannya meminta bantuan Ryuji adalah karena Ryuji orang yang berpikiran terbuka dan percaya pada hal-hal yang tidak masuk akal. Malam itu juga Ryuji setuju untuk menonton video itu dan mencopynya.
13 Oktober, Sabtu
Hari ini Asakwa dan Ryuji mencari informasi kapan gunung dalam video itu meletus dan ternyata ditemukan fakta bahwa gunung dalam rekaman itu adalah gunung Mihara di Pulau Izu Oshima. Semua informasi ini mereka kumpulkan untuk mencari tahu apa penangkal dari kutukan video tersebut.
14 Oktober, Minggu
Dialek yang diucapkan oleh wanita tua dalam video itu berasal dari Izu Oshima merupakan dialek lama yang jarang dipakai. Gunung Mihara yang meletus dalam video itu terjadi pada tahun 1986. Pada hari itu juga tanpa sepengetahuan Asakawa, istrinya, Shizu dan anaknya, Yoko menonton video tersebut.  
15 Oktober, Senin
Satu lagi fakta yang berhasil ditemukan bahwa ternyata rekaman dan potongan gambar dalam video tersebut tidak direkam dengan kamera tetapi dengan mata, kulit, hidung, lidah, telinga manusia. Hari itu juga Asakawa dan Ryuji pergi mencari informasi ke kediaman Tetsuzo Miura seorang profesor yang terkenal dengan penyelidikan-penyelidikan ilmiahnya akan fenomena paranormal. Dari data-data yang dikumpulkan oleh profesor tersebut, terdapat data seorang gadis berumur 10 tahun bernama Yamamura Sadako yang berasal dari pulau Oshima.
16 Oktober, Selasa
Asakawa dan Ryuji pergi ke pulau Oshima untuk mencari tahu keberadaan Sadako. Tujuan mereka adalah mencari tahu apa yang diingnkan Sadako sebagai penangkal kutukan dalam video tersebut. Akhirnya mereka menginap di penginapan yang dikelola oleh sepupu Yamamura Shizuko ibu dari Yamamura Sadako, Yamamura Takashi.
Di tempat lain, di Tokyo, Asakawa meminta bantuan Yoshino untuk melacak keberadaan Sadako di Tokyo. Karena menurut informasi yang didapat dari wartawan lokal, Hayatsu, Sadako setamat SMA pada tahun 1965 telah pergi ke Tokyo dan tidak pernah kembali lagi. Informasi yang didapat oleh Yoshino adalah Sadako pernah bergabung dengan kelompok sandiwara Soaring. Namun, pendapat beberapa orang yang mengenal Sadako mengatakan bahwa Sadako memiliki kecantikan yang menyeramkan. Fakta lain adalah Yamamura Shizuko melahirkan Sadako pada umur 20 tahun dan meninggalkannya pada neneknya, pergi ke Tokyo selama tiga tahun akhirnya kembali ke pulau Oshima untuk beberapa waktu pada akhir tahun Shizuko pergi ke Tokyo membawa Sadako selama lima tahun. Kemudian terdengar rumor bahwa Shizuko menjadi terkenal karena melakukan sesuatu. Setelah itu Shizuko kembali bersama Sadako namun, keadaan Shizuko tampak deepresi dan suatu hari ia bunuh diri dengan cara melompat ke dalam gunung Mihara pada umur 31 tahun.
 Pada saat itu juga Sadako yang masih kelas lima SD menjadi terkenal karena meramalkan letusan gunung Mihara. Gunung Mihara meletus pada hari dan jam sesuai yang diramalkan Sadako. Setelah lulus SMA akhirnya Sadako pergi ke Tokyo dan hanya  mengirimkan kabar sekali yang mengatakan bahwa dia diterima di kelompok sandiwara Soaring.
17 Oktober, Rabu
Badai Topan 21 menghantam pulau Oshima sehingga tidak ada pelayaran yang menyebabkan Asakawa dan Ryuji tidak dapat kembali ke Tokyo. Dari teman Shizuko kecil, Si tua Gen diperoleh keterangan aneh bahwa Shizuko mendapatkan kekuatan paranormal dari dalam laut saat dia mengeluarkan arca pertapa En No Ozuno. Arca tersebut yang menuntun Shizuko dan memberikan dia kekuatan sebagai paranormal. Beberapa saat setelah dia mendapat kekuatan tersebut Shizuko pergi ke Tokyo dan berkenalan dengan asisten profesor yang sedang melakukan riset mengenai kemampuan paranormal Heihachiro Ikuma. Hubungan yang semula hanya dari profesor-bahan riset menjadi lebih jauh yang menyebabkan Shizuko hamil. Yang ingin dibuktikan oleh Ikuma adalah bahwa risetnya telah berhasil tapi, banyak kalangan yang meragukan penelitian Ikuma. Karena tidak mau dianggap menipu akhirnya Ikuma bertekad melakukan percobaan di depan khalayak ramai. Namun, karena di bawah tekanan dan banyak yang meragukan membuat Shizuko tidak dapat menggunakan kekuatannya. Kejadian tersebut menghancurkan reputasi Ikuma. Selain itu perselingkuhannya dengan Shizuko diketahui wartawan. Akhirnya Ikuma mngundurka diri dari Universitas, menceraikan istrinya dan mengasingkan diri ke pegunungan namun, beberapa tahun setelah itu dia terkena TBC dan harus dirawat di Sanatorium. Dari dokter yang bertugas merawat pasien di Santorium itu hanya dokter Jotaro Nagao yang masih hidup. Dari situlah akhirnya Asakawa dan Ryuji mendapatkan ide untuk kembali melacak ke villa Pacific Resort Club. Karena villa itu dulunya adalah Sanatorium tempat ayah Sadako dirawat, mungkin mereka akan mendapatkan petunjuk dari situ.
18 Oktober, Kamis
Sebelum ke Pacific Resort Club, mereka berencana untuk menemui dokter Nagao yang sekarang membuka praktek di satu tempat. Setelah melihat dokter Nagao, Asakawa dan Ryuji kaget karena laki-laki yang mereka lihat dalam video tersebut adalah dokter Nagao. Akhirnya setelah diancam, Nagao mengaku dia telah memperkosa, membunuh dan membuang mayat Sadako ke dalam sumur. Peristiwa itu terjadi saat Sadako mengunjungi ayahnya, Ikuma di Sanatorium tersebut. Saat itu Nagao mengatakan ada dorongan yang entah darimana datanganya yang membuat Nagao melakukan hal itu. Kecantikan Sadako memang luar biasa tapi dia juga mengakui ada yang aneh dan menyeramkan yang ada pada diri Sadako. Dari peristiwa pemerkosaan itu juga terungkap bahwa Sadako sebenarnya mengidap Testicullar Feminization Syndrome. Sindrom yang sangat langka. Adalah tipe pseudohermafroditisme laki-laki. Dari luar Sadako seperti benar-benar wanita tapi, tidak memiliki rahim dan kromosomnya adalah XY-pria. Juga karena satu alasan orang yang mengidap sindrom ini biasanya sangat cantik.
Pada hari itu juga Asakawa dan Ryuji pergi ke Pacific Resort Club tepatnya ke pondok B-4 karena di pondok itu Asakawa dan keempat siswa menonton video tersebut. Mereka berpendapat bahwa dengan menemukan mayat Sadako dan menguburkannya dengan layak akan mematahkan kutuan. Ahirnya mereka berhasil menemukan tengkorak Sadako yang ada di dalam sumur di bawah pondok 4-B dan Asakawa selamat dari kutukan.
19 Oktober, Jumat
Asakawa kembali ke pulau Oshima untuk mengantarkan tengkorak Sadako kepada keluarganya. Namun, pada malam itu juga Ryuji mati di apartemennya pada pukul 21.49, tepat disaat dia menonton video tersebut seminggu yang lalu di rumah Asakawa.
21 Oktober, Minggu
Asakawa mengetahui bahwa cara mematahkan kutukan tersebut adalah dengan membuat salinannya dan memperlihatkannya kepada orang lain. Asakawa selamat dari kutukan bukan karena dia telah menemukan tengkorak Sadako tapi, karena Asakawa telah membuat salinan video itu memperlihatkannya kepada Ryuji, istri dan anaknya. Cerita diakhiri dengan Asakawa akhirnya membuat salinan video itu dan akan memperlihatkan video itu kepada kedua orang tua Shizu demi menyelamatkan istri dan anaknya. Ternyata kutukan Sadako seperti virus yang bereproduksi dan menguasai makhluk hidup. Kutukan itu seperti epidemi yang harus berkembang biak dengan cara memperlihatkannya kepada orang lain.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar