Sabtu, 12 November 2011

kasus pendidikan

1.      Soal :
 Adakah tes-tes tertentu yang bisa kita ikuti untuk mengetahui kecerdasan peserta didik dan bisakah kecerdasan tersebut di asah pada usia 30th?
Jawab             :
 Ada. Menurut saya kecerdasan otak tidak bisa lagi di asah pada usia 30 tahun, karena masa pengasahan kecerdasan otak, pada seorang manusia yaitu pada usia 3 tahun pertama dan masa kanak-kanak. Namun, kecerdasan emosional masih bisa di bentuk pada usia dewasa atau 30 tahunan.

2.      Soal :
Bagaimana cara memotivasi peserta didik yang memiliki tingkat kenakalan, kebodohan yang sangat tinggi?
Jawab :
a.       Cara mengatasi siswa yang memiliki tingkat kenakalan sangat tinggi yaitu :
-          Dengan melakukan pendekatan kasih sayang. Karena pada dasarnya tidak ada seorangpun anak yang nakal. Terkadang sikap nakal tersebut terbentuk dari kesalahan pola asuh dari orang tunya.
-          Untuk mengatasi kenakalan seorang siswa, ada baiknya kita pelajari dahulu latar belakang siswa tersebut dan faktor apa yang menyebabkan anak tersebut menjadi nakal. 
-          Marilah kita kembali menganalisa mengapa anak-anak tidak mematuhi apa yang telah ditetapkan, sehingga kita orang tua  atau guru mereka memasukan mereka dalam kategori '' nakal / tidak menurut ''.
b.      Cara mengatasi siswa yang memiliki kebodohan yang sangat tinggi  yaitu :
-          Memberikan pengajaran yang berbeda dengan teman-temannya. Sebelumnya kita telusuri dulu penyebab kebodohan anak tersebut.
-          Mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.Misalnya active learning atau learning by doing, atau learning through playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

3.      Soal :
Bagaimana sebaiknya seorang guru mengatasi peserta didik di sekolah dasar yang baru mengenal lingkungan sekolah.
Jawab :
-          Jalin komunikasi untuk memberi motivasi dengan bahasa Anak
-          Cari penyebabnya. Tanyakan kenapa mereka takut/tidak mau sekolah
-          Berikan penjelasan dan tanamkan bahwa sekolah bukan hal yang mengerikan, melainkan sebaliknya, sekolah adalah hal yang menyenangkan.
-          Tanyakan cita-cita mereka, dan jelaskan bahwa dengan sekolah mereka bisa menjadi pandai & bisa mencapai cita-cita. Kalau perlu ceritakan pengalaman Anda waktu pertama bersekolah

4.      Soal :
Bagaimana caranya agar semboyan TUT WURI HANDAYANI dapat diterapkan pada zaman sekarang khususnya di dunia pendidikan?
Jawab :
Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Caranya dengan seorang guru memberikan dorongan semangat belajar dan sikap yang baik kepada siswanya, sehingga menumbuhkan motivasi dan semangat belajar untuk siswa.

5.      Soal :
Bagaimana cara anda sebagi guru mengembangkan kecerdasan ganda yang dimiliki seorang siswa di saat sarana dan prasarana tidak memadai.
Jawab :
Mengembangkan kecerdasan ganda pada anak tidak harus selalu dilakukan dengan sarana yang cukup. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan kecerdasan ganda seorang anak di antaranya :
-          Meningkatkan kecerdasan bahasa dapat dilakukana dengan cara mengadakan permainan merangkai kata, buatlah buku harian atau usahakan untuk menulis tentang apa saja yang ada dalam pikiran setiap harinya sebanyak 250 kata, dan sediakan waktu untuk bercerita secara teratur dengan keluarga atau sahabat.
-          Meningkatkan kecerdasan kinestetik dapat dilakukan dengan cara bermain olah raga dengan teman2 di tempat tinggal, atau mengenali benda2 yang ada di sekitar saja dengan menutup mata.
6.      Soal :
Model pembelajaran yang bagaimanakah yang bisa anda terapkan untuk tingkat SMP dan SMA?
Jawab :
Kalau untuk mata pelajaran yang saya gunakan yaitu bahasa Jepang, saya cenderung menggunakan teori Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Seperti ketika saya mengajarkan kalimat baru, saya menjelaskan beberapa contoh kalimat terlebih dahulu.

7.      Soal :
Bagaimana menyikapi peserta didik yang sering izin keluar tanpa permisi di saat guru lagi menjelaskan materi?
Jawab :
Sebaiknya ada kerjasama dengan pihak sekolah dalam mengatasi masalah ini. Misalkan :
-          Sekolah membuat peraturan bagi siswa yang keluar tanpa izin guru diberikan sangsi atau di anggap cabut.
-          Guru membuat peraturan di kelas, bagi siswa yang ingin keluar kelas hanya boleh untuk keperluan yang penting sekali.

8.      Soal :
Boleh tidak, tingkah seorang guru yang sedang menyampaikan materi, menyuruh peserta didiknya keluar dari kelas untuk menambil absen. Kalo boleh apa alasannya. Kalo tidak apa alasannya,
Jawab :
Tidak. Sebenarnya apa pun alasannya seorang guru tidak boleh menyuruh siswanya untuk meninggalkan jam pelajaran untuk keperluan lainnya. kecuali untuk kelangsungan pelajaran itu sendiri. karena ada beberapa sekolah tidak memperbolehkan siswanya keluar dari kelas pada jam pelajaran. Selain itu siswa yang bersangkutan akan ketinggalan pelajaran selama dia berada di luar kelas.

9.      Soal :
Ciri-ciri belajar (hubungan dengan taksonomi blomm)
Jawab :
Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :
-          Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).
-          Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.
-          Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
-           Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

10.  Soal :
Apa sajahkan yang dimaksud dengan prinsip-prinsip pembelajaran ?
Jawab :
Prinsip belajar menunjuk kepada hal-hal penting yang harus dilakukan guru agar terjadi proses belajar siswa sehingga proses pembelajaran yang dilakukan dapat mencapai hasil yang harapkan. Tugas guru mengelola pengajaran dengan lebih baik, efektif, dinamis, efisien, ditandai dengan keterlibatan peserta didik secara aktif, mengalami, serta memperoleh perubahan diri dalam pengajaran. Ada beberapa prinsip pengajaran diantaranya adalah:
-          Prinsip Aktivitas
Pengalaman belajar yang baik hanya bisa didapat bila peserta didik mau mengaktifkan dirinya sendiri dengan bereaksi terhadap lingkungan.
-          Prinsip Motivasi
Motivasi berasal kata motive–motivation yang berarti dorongan atau keinginan, baik datang dari dalam diri (instrinsik) maupun dorongan dari luar diri seseorang (ekstrinsik).
-          Prinsip Individualitas (Perbedaan Individu)
Setiap manusia adalah individu yang mempunyai kepribadian dan kejiwaan yang khas.
-          Prinsip Lingkungan
Lingkungan adalah sesuatu hal yang berada di luar diri individu. Lingkungan pengajaran adalah segala hal yang mendukung pengajaran itu sendiri yang dapat difungsikan sebagai sumber pengajaran atau sumber belajar. Diantaranya; guru, buku, dan bahan pelajaran yang menjadi sumber belajar.
-          Prinsip Konsentrasi
Konsentrasi adalah pemusatan secara penuh terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan atau berlangsungnya suatu peristiwa. Konsentrasi sangat penting dalam segala aktivitas, terutama aktivitas belajar mengajar.
-          Prinsip Kebebasan
Prinsip kebebasan dalam pengajaran yang dimaksud adalah kebebasan yang demokratis, yaitu kebebasan yang diberikan kepada peserta didik dalam aturan dan disiplin tertentu.
-          Prinsip Peragaan
Alat indera merupakan pintu gerbang pengetahuan. Peragaan adalah menggunakan alat indera untuk mengamati, meneliti, dan memahami sesuatu. Pemahaman yang mendalam akan lahir dari analisa yang komprehensif sehingga menghasilkan gambaran yang lengkap tentang sesuatu.
-          Prinsip Kerjasama Dan Persaingan
Persaingan yang dimaksud bukan persaingan untuk saling menjatuhkan dan yang lain direndahkan, tetapi persaingan yang dimaksud adalah persaingan dalam kelompok belajar agar mencapai hasil yang lebih tinggi tanpa menjatuhkan orang atau siswa lain.
-          Prinsip Apersepsi
Apersepsi dalam pengajaran adalah menghubungan pelajaran lama dengan pelajaran baru, sebagai batu loncatan sejauh mana anak didik mengusai pelajaran lama sehingga dengan mudah menyerap pelajaran baru.
-          Prinsip Korelasi
Korelasi yaitu menghubungkan pelajaran dengan kehidupan anak atau dengan pelajaran lain sehingga pelajaran itu bermakna baginya.
-          Prinsip Efisiensi dan Efektifitas
Prinsip efisiensi dan efektifitas maksudnya adalah bagaimana guru menyajikan pelajaran tepat waktu, cermat, dan optimal.
-          Prinsip Globalitas
Prinsip global atau integritas adalah keseluruhan yang menjadi titik awal pengajaran.
-          Prinsip Permainan dan Hiburan
Setiap individu atau peserta didik sangat membutuhkan permainan dan hiburan apalagi setelah terjadi proses belajar mengajar. Bila selama dalam kelas siswa diliputi suasana hening, sepi, dan serius, akan membuat peserta didik cepat lelah, bosan, butuh istirahat, rekreasi, dan semacamnya. Maka guru disarankan agar memberikan kesempatan kepada anak didik bermain, menghibur diri, bergerak, berlari-lari, dan sejenisnya untuk mengendorkan otaknya.(nasra)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar